Di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, berdiri megah Istano Basa Pagaruyung, istana kebanggaan masyarakat Minangkabau. Bangunan ini berbentuk rumah gadang dengan atap gonjong yang menjulang tinggi seperti tanduk kerbau — simbol khas budaya Minang.
Begitu masuk ke dalam, pengunjung akan melihat interior istana yang indah dengan kain merah dan emas serta tiang-tiang besar yang kokoh. Di balik keindahannya, istana ini menyimpan sejarah panjang tentang kejayaan dan kebangkitan Minangkabau.
Sejarah Singkat Istano Basa Pagaruyung
Istano Basa Pagaruyung pertama kali dibangun pada tahun 1347 oleh Raja Adityawarman, raja pertama Kerajaan Pagaruyung. Awalnya, kerajaan ini menganut ajaran Buddha, namun kemudian beralih ke Islam pada awal abad ke-15, ditandai dengan naik tahtanya Sultan Alif.
Sayangnya, istana ini mengalami nasib tragis beberapa kali.
- Tahun 1804, istana pertama terbakar saat Perang Padri.
- Tahun 1976, dibangun kembali di lokasi baru.
- Tahun 2007, petir kembali membakar bangunan hingga habis.
Kini, bangunan ketiga Istano Basa Pagaruyung berdiri megah di lokasi yang sama setelah dibangun ulang pada tahun 2008–2013 dengan biaya hampir Rp20 miliar.
Keindahan dan Arsitektur Bangunan Yang Unik
Bangunan Istano Basa Pagaruyung dibuat menyerupai rumah gadang, rumah adat khas Minangkabau dengan atap gonjong menjulang tinggi seperti tanduk kerbau.
Bagian dalamnya dihiasi kain merah dan emas, serta tiang kayu besar yang menambah kesan megah. Di halaman istana, terdapat bendera Marawa berwarna merah, kuning, dan hitam — lambang kebanggaan masyarakat Minangkabau.
Jam Buka Dan Harga Tiket
Bagi kamu yang ingin mengenal lebih dekat budaya Minangkabau, Istano Basa Pagaruyung wajib masuk daftar kunjungan.
Lokasinya berada di Jalan Sutan Alam Bagagarsyah, Pagaruyung, Kecamatan Tanjung Emas, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. Istana ini buka setiap hari mulai pukul 07.30 hingga 18.00 WIB.
Harga tiket:
- Anak-anak: Rp11.000
- Dewasa: Rp21.000
- Turis asing: Rp31.000
Pengunjung juga bisa menyewa pakaian adat Minangkabau mulai dari Rp35.000 dan berfoto di berbagai spot menarik seperti halaman depan, jendela tradisional, atau singgasana raja.
Warisan Budaya Minangkabau yang Tak Lekang oleh Waktu
Istano Basa Pagaruyung bukan sekadar bangunan indah, tapi juga saksi perjalanan panjang sejarah dan budaya Minangkabau yang terus hidup hingga kini.
Dengan arsitektur khas, nilai budaya tinggi, dan suasana megah yang memikat, istana ini menjadi destinasi wisata yang sempurna untuk kamu yang ingin merasakan keagungan tradisi Minangkabau secara langsung.