Candi Pari menjadi salah satu peninggalan sejarah yang cukup terkenal di Sidoarjo, Jawa Timur. Candi ini sudah berdiri sejak masa Kerajaan Majapahit dan masih bisa dikunjungi hingga sekarang.
Sekilas, Candi Pari memang terlihat seperti candi pada umumnya. Namun, ada satu hal yang membuat bangunan ini berbeda dari candi-candi Majapahit lainnya di Jawa Timur.
Bentuk bangunannya memiliki kemiripan dengan candi yang ada di beberapa negara Asia Tenggara. Karena itulah, Candi Pari sering menarik perhatian wisatawan maupun pecinta sejarah.
Dibangun Menggunakan Bata Merah
Candi Pari dibangun menggunakan bata merah yang menjadi ciri khas bangunan pada masa Majapahit. Meski sudah berusia ratusan tahun, bangunan ini masih terlihat kokoh hingga sekarang.
Susunan batanya terlihat rapi dan menunjukkan kemampuan masyarakat pada masa itu dalam membangun sebuah bangunan besar. Hal itu pun jadi bukti kemajuan teknologi konstruksi di era Majapahit.
Warna merah pada dinding candi juga memberikan kesan klasik dan bersejarah. Banyak pengunjung yang tertarik mengabadikan momen saat berada di kawasan candi ini.
Material bata merah tersebut menjadi salah satu alasan mengapa Candi Pari tetap memiliki daya tarik hingga saat ini.
Bentuknya Mirip Candi di Asia Tenggara
Hal paling menarik dari Candi Pari adalah bentuk arsitekturnya yang berbeda dari kebanyakan candi di Jawa Timur. Bangunannya terlihat memiliki pengaruh dari budaya luar Nusantara.
Beberapa bagian candi memiliki kemiripan dengan bangunan dari wilayah Champa yang berkembang di kawasan Thailand saat ini. Bentuk atap dan desain bangunannya menjadi salah satu bagian yang paling sering diperhatikan.
Selain itu, terdapat pula kemiripan dengan gaya arsitektur Khmer yang berkembang di Myanmar dan sekitarnya. Kemiripan inilah yang membuat Candi Pari terlihat sangat unik.
Karena memiliki bentuk yang tidak biasa, banyak orang merasa penasaran dan ingin melihat langsung bangunan bersejarah ini.
Bukti Hubungan Majapahit dengan Negara Lain
Pada masa kejayaannya, Kerajaan Majapahit memiliki hubungan yang cukup luas dengan berbagai wilayah di Asia Tenggara. Hubungan tersebut tidak hanya terjadi dalam bidang perdagangan, tetapi juga budaya.
Pertukaran budaya pada masa itu diduga ikut memengaruhi desain beberapa bangunan penting, termasuk Candi Pari. Hal itu membuat arsitektur candi memiliki ciri yang berbeda.
Keunikan tersebut menunjukkan bahwa Majapahit merupakan kerajaan besar yang terbuka terhadap pengaruh dari luar. Berbagai budaya kemudian berkembang dan berpadu dengan budaya lokal.
Candi Pari pun menjadi salah satu bukti sejarah dari hubungan tersebut.
Masih Menjadi Wisata Favorit di Sidoarjo
Saat ini Candi Pari masih menjadi salah satu tujuan wisata sejarah di Sidoarjo. Banyak wisatawan datang untuk melihat langsung bentuk bangunannya yang unik.
Selain cocok untuk berwisata, tempat ini juga sering menjadi lokasi belajar sejarah bagi pelajar dan mahasiswa. Suasananya yang tenang membuat pengunjung bisa menikmati keindahan candi dengan nyaman.
Dengan sejarah panjang dan arsitektur yang berbeda dari kebanyakan candi Majapahit, Candi Pari tetap menjadi salah satu warisan berharga yang dimiliki Jawa Timur.