Kalau main ke Pacitan, rasanya belum lengkap kalau cuma pulang bawa foto pantai dan goa. Daerah yang dijuluki Kota 1001 Goa ini juga punya harta karun lain yang nggak kalah menarik: kuliner khasnya. Salah satu yang cukup legendaris tapi masih jarang dibahas adalah kalakan. Sekilas sederhana, tapi soal rasa, kuliner satu ini punya karakter yang kuat dan susah dilupakan.
Apa Itu Kalakan?
Kalakan adalah olahan ikan laut khas Pacitan yang identik dengan rasa pedas. Bahan utamanya biasanya ikan berdaging tebal seperti tuna atau ikan laut lainnya. Uniknya, daging ikan ini tidak disajikan dalam bentuk gulai atau digoreng, melainkan dipotong memanjang dan ditusuk, mirip sate. Dari tampilan saja, kalakan sudah terlihat beda dari olahan ikan kebanyakan.
Yang bikin kalakan makin khas adalah racikan bumbunya. Ikan yang sudah dipotong akan dibalur dengan bumbu pedas berbasis cabai, bawang, dan rempah sederhana khas dapur pesisir. Rasanya pedas nendang, gurih, dan sedikit smoky, tergantung cara pengolahannya.
Rasa Pedas yang Bikin Nagih
Buat pencinta pedas, kalakan bisa dibilang surga kecil. Pedasnya bukan tipe yang cuma numpang lewat, tapi meresap sampai ke serat daging ikan. Setiap gigitan terasa berlapis: ada gurih alami ikan laut, aroma bumbu yang kuat, lalu sensasi pedas yang bikin keringat keluar pelan-pelan.
Menariknya, meski pedas, rasa kalakan tetap seimbang. Tidak pahit, tidak amis, dan justru terasa “bersih” di lidah. Mungkin karena bahan ikan yang digunakan masih segar, langsung dari hasil laut sekitar Pacitan.
Paling Pas Dimakan dengan Nasi Tiwul
Kalakan hampir selalu disajikan bareng nasi tiwul, makanan pokok tradisional Pacitan yang terbuat dari singkong. Perpaduan ini bukan tanpa alasan. Nasi tiwul yang cenderung netral dan sedikit manis jadi penyeimbang pas buat rasa pedas kalakan.
Kalakan biasanya juga disandingkan dengan sayur sederhana, seperti sayur bening atau lalapan. Kombinasi ini bikin seporsi makan terasa lengkap: pedas, gurih, segar, dan mengenyangkan tanpa terasa berat.
Kuliner Lokal yang Sarat Cerita
Gak hanya sekadar soal makanan, kalakan merupakan bagian dari keseharian masyarakat pesisir Pacitan. Olahan ini lahir dari kebiasaan memanfaatkan hasil laut dengan cara sederhana tapi maksimal soal rasa. Tidak heran kalau kalakan sering muncul di dapur rumah warga, terutama saat berkumpul atau acara keluarga.
Buat traveler yang suka eksplor rasa lokal, mencicipi kalakan itu seperti ikut menyelami cerita Pacitan dari sisi yang lebih dekat. Bukan kuliner yang mewah, namun justru di situlah letak keistimewaannya.
Kalakan membuktikan kalau makanan tradisional nggak perlu ribet untuk jadi istimewa. Pedasnya jujur, rasanya kuat, dan pengalamannya autentik. Jadi, kalau suatu hari kamu main ke Pacitan, jangan cuma cari pemandangan. Sisakan ruang di perut buat kenalan sama kalakan.